Pradya Suara - Penulis, Budayawan dan Pengamat Seni dari Perancis Jean Couteau (Jong Koto) mencatat adanya pergeseran budaya pada masyarakat Tuban dalam kurun waktu beberapa puluh tahun terakhir.

Masalah pergeseran budaya tidak hanya dialami oleh Tuban saja, namun hampir di seluruh daerah juga mengalami hal yang sama.

Permasalahan yang paling mendasar adalah dengan adanya modernitas dan cara penurunan pengetahuan yang sudah berubah total.

Sebelum orang-orang Jawa mulai mengenal sekolah yang dijadikan sebagai sarana pemberitahuan atau penurunan pengetahuan adalah melalui simbol-simbol dan melalui cerita seperti wayang.

Namun saat ini semua itu mulai hilang dan diganti dengan sekolah dan media pembelajaran modern.

“Adanya pergeseran tersebut sangat mempengaruhi pola pikir masyarakat saat ini,” kata Jong kepada reporter Pradya Suara saat dikonfirmasi, Sabtu, 04 Mei 2019.

“Bahkan budaya bercerita menggunakan simbol-simbol merupakan salah satu media pembelajaran yang paling tepat justru malah ditinggalkan,” tandasnya.

Pembelajaran modern hanya membuat masyarakat menjadi semakin radikal, karena mereka hanya mengakses bahan tertulis secara harfiah.

Sedangkan pembelajaran seharusnya lebih mengangkat kembali naskah dari sastra-sastra kuno untuk menolak radikalisme yang mulai menyerang masyarakat terutama Tuban. (rus)

Editor : Sumartik