Pradya Suara - Nelayan yang berada di Kelurahan Karangsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, mengadakan sedekah laut atau larung saji yang diarak ke tengah laut dan selanjutnya dihanyutkan, pada Rabu (21/08/2019) pagi.

Prosesi pelepasan larung saji merupakan bentuk ungkapan rasa syukur para nelayan atas apa yang diberikan oleh sang pencipta, baik nikmat rizki, kesehatan dan keselamatan. 

Acara larung saji juga menjadi rangkaian kemeriahan festival nelayan yang diselenggarakan nelayan dan didukung oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Tuban.

Dalam festival, para nelayan juga menampilkan aneka hasil tangkapan serta suguhan berbagai pertunjukan seni, seperti tari-tarian dan musik tradisional.

“Larung saji yang dibuat warga dalam rangka merayakan sedekah laut merupakan sebagai ungkapan rasa syukur,” kata seorang tokoh masyarakat setempat, Khasminah, saat dikonfirmasi saat acara larung saji.

Sebelum larung saji, terlebih dulu nelayan memanjatkan doa-doa kepada Allah SWT.

“Doa tersebut tentu berharap agar sang pencipta senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan dan rizki,” imbuhnya.

Tak jauh berbeda, salah seorang nelayan, Masykuri, mengatakan bahwa apa yang dilakukan masyarakat nelayan dalam menggelar larung saji merupakan bentuk rasa syukur.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Tuban, M Amenan, mengatakan, acara festival nelayan yang dalam rangkaiannya terdapat larung saji, merupakan bentuk mempertahankan nilai-nilai lama yang baik dan mencari yang lebih baik lagi untuk kemaslahatan.

Selain itu, untuk menyatukan atau memperbaruhi niat mengawali musim ikan.

“Diharapkan ke depan festival nelayan bisa menjadi destinasi budaya khas dan menjaga kerukunan antar sesama nelayan,” tandasnya. (ach) 

Editor : Sumartik