Pradya Suara - Program kesehatan mata I-See dari Yayasan Paramitra Jawa Timur mulai membuahkan hasil yang signifikan pada tahun kedua. YPM sendiri menargetkan kenaikan sebesar 20 persen per tahun.

Kenaikan jumlah pasien yang tertangani itu mengacu pada jumlah penderita gangguan refraksi mata yang mendapatkan pelayanan operasi katarak. Sejak adanya program I-See jumlah tersebut semakin meningkat.

Hal tersebut disebabkan oleh adanya respon masyarakat khususnya para kader yang ada di 11 puskesmas. Masyarakat yang menjadi sasaran program I-See tahap pertama mulai bisa melakukan pemeriksaan dini dan langsung merujuk pasien untuk mendapatkan penangan.

“Masyarakat sudah mulai bisa melakukan screaning awal terhadap gangguan refraksi mata dan langsung merujuk pasien untuk segera ditangani oleh layanan kesehatan,” kata Koordinator Wilayah Tuban YPM Jatim, Rudi Wibowo, kepada reporter Pradya Suara saat dikonfirmasi, Jumat, 03 Mei 2019.

Hal tersebut yang menyebabkan peningkatan jumlah pasien di Puskesmas yang harus segera ditangani.

Selain masyarkat perkembangan juga terjadi pada lingkungan sekolah. Siswa yang tadinya tidak peduli dengan kesehatan mata, saat ini mulai dilakukan pendeteksian dini dan langsung dirujuk ke Puskesmas ketika ada temuan. (rus)

Editor : Sumartik